Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Pencemaran Udara

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan Indonesia berada di ambang kehancuran akibat eksploitasi yang berlebihan selama kurun waktu lebih dari tiga dekade. Rakyat semakin terpinggirkan dan termarjinalkan hak-haknya untuk hidup yang layak. Selain itu, kelompok masyarakat yang paling rentan adalah penerima dampak terbesar dari adanya suatu kerusakan. Hal ini perlu untuk segera mengembalikan kedaulatan rakyat atas sumber-sumber kehidupan dan meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap ancaman atas sumber-sumber kehidupan mereka. UU 23/1997 mendefinisikan lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, secara eksplisit, dapat dinyatakan bahwa tingkat kelangsungan perikehidupan dan kesejahteran manusia ditentukan oleh kualitas lingkungan hidup.
Pada umumnya, di kota-kota besar terjadi pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang amat pesat, sehingga meningkatnya tempat-tempat pemukiman, transportasi, dan perindustrian dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri baik berupa sarana dan prasarana. Selain itu, kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidupnya memberi dampak yang positif dan negatif . Dampak negatifnya berupa kerugian bagi keseimbangan lingkungan hidup. Salah satu bentuk dampak negatifnya, yaitu sulitnya untuk memperoleh udara berkualitas baik dan bersih. Pencemaran udara yang terjadi merupakan masalah pencemaran lingkungan yang terberat bagi daerah perkotaan. Akibat pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kelestarian tanaman dan hewan, dapat merusak bahan-bahan, menurunkan daya penglihatan, serta menghasilkan bau yang tidak menyenangkan.
Oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran udara tersebut sehingga masyarakat dapat meminimalisir sesuai dengan kebutuhan.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah pada makalah ini yaitu :
1.    Apakah yang dimaksud dengan udara ?
2.    Apakah yang dimaksud dengan pencemaran udara?
3.    Apa sajakah jenis-jenis dari pencemaran udara?

C.    Tujuan
Berdasarkan dari rumusan masalah, maka tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.    Untuk mengetahui pengertian dari udara
2.    Untuk mengetahui pengertian dari pencemaran udara
3.    Untuk mengetahui jenis-jenis dari pencemaran udara

D.    Manfaat
Manfaat dari makalah ini yaitu untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai kimia linkungan terkait dengan masalah pencemaran udara








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Udara
    Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air yang berupa uap air dan karbon dioksida. Udara sebagai salah satu unsur lingkungan merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya. Udara juga merupakan atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sebagai pelindung bagi kehidupan di dunia ini (Rahmawati, 1997).
udara mengandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara yang normal merupakan campuran gas-gas meliputi 78 % N2; 20 % O2; 0,93 % Ar ; 0,03% CO2 dan sisanya terdiri dari neon (Ne), helium (He), metan (CH4) dan hidrogen (H2). Sebaliknya, apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Giddings (1973) mengemukakan bahwa atmosfir pada keadaan bersih dan kering akan didominasi oleh 4 gas penyusun atmosfir, yaitu 78,09% N2; 20,95% O2; 0,93% Ar; dan 0,032% CO2; sedangkan gas-gas lainnya sangat kecil konsentrasinya. Komposisi udara kering , yaitu semua uap air telah dihilangkan dan relatif konstan. Komposisi udara kering yang bersih dapat dilihat pada Tabel  di bawah ini.



Tabel  Komposisi udara kering dan bersih
Komponen    Konsebtrasi dalam volume
    (ppm)   
Nitrogen (N2)    780.900    78,9
Oksigen (O2)    209.500    20,95
Argon (Ar) 9.300 0,93    9.300    0,93
Karbon dioksida (CO2)    320    0,032
Neon (Ne) 18 1,8 x 10-3    18    1,8 x 10-3
Helium (He) 5,2 5,2 x 10-4    5,2    5,2 x 10-4
Metana (CH4) 1,5 1,5 x 10-4    1,5    1,5 x 10-4
Kripton (Kr) 1,0 1,0 x 10-4    0,5    1,0 x 10-4
H2    0,2    5,0 x 10-5
H2O    0,1    2,0 x 10-5
CO    0,8    1,0 x 10-5
Xe    0,08    8,0 x 10-6
O3    0,2    2,0 x 10-6
NH3    0,006    6,0 x 10-7
NO2    0,001    1,0 x 10-7
NO    0,0006    6,0 x 10-8
SO2    0,0002    2,0 x 10-8
H2S    0,0002    2,0 x 10-8

B.    Definisi Pencemaran Udara
Pencemaran (polusi) adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan. Sedang yang di maksud lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik berupa faktor abiotik (benda mati) maupun faktor biotik (makhluk hidup). Sementara itu, yang dimaksud polutan adalah bahan pencemar lingkungan, dapat berupa bahan kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme. Berikut adalah jenis pencemaran berdasarkan objeknya:
1. Pencemaran Air
2. Pencemaran Udara
3. Pencemaran Tanah
Pencemaran udara (air pollution) : masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lainnya ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.  Pencemaran udara dapat didefinisikan sebagai kondisi atmosfer yang terdiri atas senyawa-senyawa dengan konsentrasi tinggi diatas kondisi udara ambien normal, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi manusia, hewan, vegetasi, maupun benda lainnya.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan
Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dan lain-lain. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

C.    Jenis-jenis Pencemaran Udara
    Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi :
1.    Golongan belerang terdiri dari sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfide (H2S) dan sulfat aerosol.
2.    Golongan nitrogen terdiri dari nitrogen oksida (N2O), nitrogen monoksida (NO), amoniak (NH3) dan nitrogen dioksida (NO2).
3.    Golongan karbon terdiri dari karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), hidrokarbon .
4.     Golongan gas yang berbahaya terdiri dari benzen, vinyl klorida, air raksa uap.

Hidrogen sulfide (H2S)
    Hidrogen sulfide (H2S) adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.
    Hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalen yang secara kimiawi terkait dengan air (H2O) karena oksigen dan sulfur berada dalam golongan yang sama di tabel periodik. Hidrogen sulfida merupakan asam lemah, terpisah dalam larutan aqueous (mengandung air) menjadi kation hidrogen H+ dan anion hidrosulfid HS−:
H2S → HS− + H+
Ka = 1.3×10−7 mol/L; pKa = 6.89.
Ion sulfid, S2−, dikenal dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam larutan aqueous (oksida). Konstanta disosiasi kedua dari hidrogen sulfida sering dinyatakan sekitar 10−13, tetapi sekarang disadari bahwa angka ini merupakan error yang disebabkan oleh oksidasi sulfur dalam larutan alkalin. Estimasi terakhir terbaik untuk pKa2 adalah 19 ±2. Gas Hydrogen Sulfide (H2S) sangat beracun dan mematikan, pekerjapekerja pada pemboran minyak dan gas bumi mempunyai resiko besar atas keluarnya gas H2S Pengetahuan Umum tentang (H2S) Hidrogen Sulfida (H2S) Adalah gas yang sangat beracun dan dapat melumpuhkan system pernapasan serta dapat dapat mematikan dalam beberapa menit. dalam jumlah sedikitpun gas H2S sangat berbahaya untuk kesehatan. Hidrogen Sulfida terbentuk dari proses penguraian bahan-bahan organis oleh bakteri. Maka dari itu H2S terdapat dalam minyak dan gas bumi, selokan, air yang tergenang. Misalnya rawa-rawa dan juga terbentuk pada proses-proses industri maupun proses biologi lain. gas H2S ini merupakan gas yang sangat berbahaya, Selain selain flammable, gas H2S ini juga bersifat Toxic. Konsentrasi H2S di udara maksimum yang dizinkan sesuai dengan Occupational Safety and Health Association (OSHA) selama 8 jam kerja adalah 10 ppm (part per million) volume. Menurut OSHA, batas exposure jangka pendek (10 menit) untuk konsentrasi H2S adalah 15 ppm volume. Konsentrasi H2S yang sangat rendah (<1 ppm) dapat segera terdeteksi oleh manusia, dengan bau seperti telor busuk.
Kateristik H2S :
•    Sangat beracun dan mematikan
•    Tidak Berwarna
•    Lebih Berat Dari udara sehingga cendrung berkumpul dan diam pada daerah yang rendah
•    Dapat terbakar dengan nyala api berwarna biru dan hasil pembakarannya gas sulfur Dioksida (SO2)yang juga merupakan gas beracun
•    Sangat Korosif mengakibatkan berkarat pada logam tertentu
•    Pada konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan dapat melumpuhkan indera penciuman manusia
Gas H2S terbentuk akibat adanya penguraian zat-zat organik oleh bakteri. Oleh karena itu gas ini dapat ditemukan di dalam operasi pengeboran minyak atau gas dan panas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atau pada lokasi pembuangan sampah. Efek fisik gas H2S terhadap manusia tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah :
a. Lamanya seseorang berada di lingkungan paparan H2S.
b. Frekuensi seseorang terpapar.
c. Besarnya konsentrasi H2S.
d. Daya tahan seseorang terhadap paparan H2S.
Tabel Tingkat konsentrasi H2S dan efek fisik gas H2S]

Tingkat H2S (PPM)    Efek pada manusia

0.13    Bau minimal yang masih terasa
4.6    Mudah dideteksi,
bau yang sedang

10    Permulaan iritasi mata dan mulai berair

27
    Bau yang tidak enak dan tidak dapat ditoleransi lagi.

100
    Batuk-batuk, iritasi mata dan indera penciuman sudah tidak berfungsi

200 - 300    Pembengkakan mata dan rasa kekeringan di tenggorokan

500 - 700    Kehilangan kesadaran dan bisa mematikan dalam waktu 30 - 1 jam

Lebih dari 700
    Kehilangan kesadaran dengan cepat dan berlanjut kematian


Efek fisik gas H2S pada tingkat rendah dapat menyebabkan terjadinya gejalagejala
sebagai berikut :
- Sakit kepala atau pusing
- Badan terasa lesu
- Hilangnya nafsu makan
- Rasa kering pada hidung, tenggorokan dan dada
- Batuk – batuk
    - Kulit terasa perih
Metode mengurangi paparan gas H2S pada suatu area dapat dilakukan dengan meniupkan angin menggunakan kipas angin besar ( bug blower ) sehingga gas H2S akan terhambur. Kondisi ini mengakibatkan konsentrasi paparan gas H2S akan berkurang karena area paparan gas H2S akan melebar. Metode menetralisir gas H2S dapat dilakukan dengan Sulfur Recovery Unit, yaitu dengan suatu alat yang dapat menguraikan unsur Hidrogen dan Sulfur secara reaksi kimiawi. Penguraian ini akan menjadikan dua unsur netral atau tidak beracun. Hasil akhirnya Hidrogen akan dibuang dalam bentuk gas dan Sulfur ditampung dalam bentuk padat.

Ozon
Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil tetapi lapisan lain dengan bahan pencemar udara Ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk diudara pada ketinggian 30 km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat didaerah panjang gelombang 240-320 nm. Absorpsi radiasi elektromagnetik oleh ozon di daerah ultraviolet dan inframerah digunakan dalam metode-metode analitik.

trimolekul ozon
Gas yang terdiri dari tiga atom oksigen. Gas ini berwarna biru pucat pada temperature dan tekanan ruang, namun pada konsentasi yang ditemukan di atmosfer, ozon tidak berwarna. Ozon yang dianggap sebagai pencemar adalah ozon pada lapisan troposfer. Ozon pada lapisan ini disebut sebagai ozon permukaan dan dianggap berbahaya karena menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia, tanaman, dan ekosistem. Ozon termasuk pencemar sekunder karena tidak diemisikan secara langsung oleh suatu sumber,melainkan terbentuk akibat reaksi dari sinar matahari dan udara yang mengandung CO, NOx, dan VOC. Ozon bersifat oksidator kuat yang dapat merugikan kesehatan manusia. Konsentrasi ozon sering berubah-ubah akibat beberapa factor seperti: kondisi iklim, meteorologis, serta keberadaan pencemar-pencemar primer yang bereaksi membentuk ozon. Ozon amat mengkakis dan dipercayai sebagai bahan beracun dan bahan cemar biasa. Ozon mempunyai bau yang tajam, menusuk hidung. Ozon juga terbentuk pada kadar rendah dalam udara akibat arus listrik seperti kilat, dan oleh tenaga tinggi seperti radiasi eletromagnetik.
Yang dimaksud dengan oksidan fotokimia meliputi Ozon, Nitrogen dioksida, dan peroksiasetilnitrat (PAN) karena lebih dari 90% total oksidan terdapat dalam bentuk ozon maka hasil monitoring udara ambien dinyatakan sebagai kadar ozon. Karena pengaruh pencemaran udara jenis oksidan cukup akut dan cepatnya perubahan pola pencemaran selama sehari dan dari suatu tempat ketempat lain, maka waktu dimana kadar Ozon paling tinggi secara umum ditentukan dalam pemantauan. Mencatat jumlah perjam per hari, perminggu, per musim atau per tahun selama kadar tertentu dilampaui juga merupakan cara yang berguna untuk melaporkan sejauh mana Ozon menjadi masalah. Kadar ozon alami yang berubah-ubah sesuai dengan musim pertahunnya berkisar antara 10–100 mg/m3 (0,005–0,05 ppm). Di wilayah pedesaan kadar ozon dapat menjadi tinggi karena adanya kiriman jarak jauh O3 dari udara yang berasal dari perkotaan. Didaerah perkotaan yang besar, tingkat ozon atau total oksidan maksimum 1 jam dapat berkisar dari 300–800 mg/m3 (0,15-0,40 ppm) atau lebih. 5–30% hasil pemantauan di beberapa kota besar didapatkan kadar oksida maksimum 1jam yang melampaui 200 mg/m3 (0,1 ppm).

Dampak Terhadap Kesehatan
Beberapa gejala yang dapat diamati pada manusia yang diberi perlakuan kontak dengan ozon, sampai dengan kadar 0,2 ppm tidak ditemukan pengaruh apapun, pada kadar 0,3 ppm mulai terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan. Kontak dengan Ozon pada kadar 1,0–3,0 ppm selama 2 jam pada orang-orang yang sensitif dapat mengakibatkan pusing berat dan kehilangan koordinasi. Pada kebanyakan orang, kontak dengan ozon dengan kadar 9,0 ppm selama beberapa waktu akan mengakibatkan edema pulmonari.
Berikut baku mutu secara universal

Dampak Terhadap Lingkungan
Pencemar ozon dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat ausnya bahan atau material (tekstil, karet, kayu, logam, cat, dan sebagainya). Dampak terhadap tumbuh-tumbuhandapat berupa penurunan hasil pertanian dan kerusakan ekosistem seperti berkurangnya keanekaragaman hayati. Dampak yang dapat terjadi terhadap tanaman dan ekosistem, seperti:
1.    Mempengaruhi produktifitas tanaman yang sensitive karena ozon membuat beberapatanaman rentan akan serangan penyakit, gangguan hama, dan cuaca buruk
2.    Merusak daun pepohonan dan tanaman sehingga memperburuk penampilan tanaman hias dan mengurangi nilai jual sayur-mayur
3.    Mengurangi hasil panen dan menghambat pertumbuhan hutan

Pengendalian
Ada beberapa cara yang  dapat dilakukan untuk membantu  mengurangi polusi ozon (sumber US EPA) yaitu :
1.    Batasi penggunakan mobil selama siang dan awal malam hari di akhir musim semi, panas dan awal musim gugur.
2.    Jangan menggunakan peralatan bertenaga bensin di lingkungan rumah  selama waktu tersebut.
3.    Jangan mengisi bensin mobil Anda selama waktu tersebut.
4.    Jaga agar mesin mobil dirawat dengan baik.
5.    Pastikan tekanan ban mobil anda sesuai dengan anjuran.
6.    Gunakan produk yang ramah lingkungan: cat, pembersih dan peralatan kantor (beberapa bahan kimia ini adalah sumber VOC).
7.    Menghemat energi.

Hidrokarbon (HC)
Karakteristik Hidrokarbon
Struktur Hidrokarban (HC) terdiri dari elemen hidrogen dan korbon dan sifat fisik HC dipengaruhi oleh jumlah atom karbon yang menyusun molekul HC. HC adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Hidrokarbon dengan kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada suhu kamar, sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan berbentuk cairan dan padatan.
HC yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya. Sedangkan bila berupa cair maka HC akan membentuk semacam kabut minyak, bila berbentuk padatan akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. Berdasarkan struktur molekulnya, hidrokarbon dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu hidrokarban alifalik, hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon alisiklis. Molekul hidrokarbon alifalik tidak mengandung cincin atom karbon dan semua atom karbon tersusun dalam bentuk rantai lurus atau bercabang.
Menurut Soedomo (2001), hidrokarbon merupakan teknologi umum yang digunakan untuk beberapa senyawa organic yang diemisikan bila bahan bakar minyak dibakar. Sumber langsung dapat berasal dari berbagai aktivitas perminyakan yang ada, seperti ladang minyak, gas bumi geothermal. Umumnya hidrokarbon terdiri atas methana, ethan dan turunan-turunan senyawa alifatik dan aromatic. Hidrokarbon dinyatakan dengan hidrokarbon total (THC).
Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzena, toluena, ethylbenzena, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenik dan karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami perombakan di alam, baik di air maupun di darat.
Sumber Dan Distribusi
Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. HC merupakan polutan primer karena dilepas ke udara ambien secara langsung, sedangkan oksidan fotokima merupakan polutan sekunder yang dihasilkan di atmosfir dari hasil reaksi-reaksi yang melibatkan polutan primer. Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC. Sumber HC dapat pula berasal dari sarana transportasi.
Kondisi mesin yang kurang baik akan menghasilkan HC. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan kemudian menurun lagi pada malam hari. Adanya hidrokarbon di udara terutama metana, dapat berasal dari sumber-sumber alami terutama proses biologi aktivitas geothermal seperti explorasi dan pemanfaatan gas alam dan minyak bumi dan sebagainya Jumlah yang cukup besar juga berasal dari proses dekomposisi bahan organik pada permukaan tanah, Demikian juga pembuangan sampah, kebakaran hutan dan kegiatan manusia lainnya mempunyai peranan yang cukup besar dalam memproduksi gas hidrakarbon di atmosfir.
Dampak Kesehatan
Hidrokarbon diudara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.Pengaruh hidrokarbon aromatic pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini.

Pengendalian Dampak
1. Mitigasi Dampak Hidrokarbon
Terdapat empat strategi dalam mitigasi dampak hidrokarbon :
•    Kontrol emisi kendaraan bermotor, hal ini dapat dilakukan secara periodik.
•    Kontrol emisi sumber stasioner seperti kilang minyak, petrokimia dengan menggunakan metode kondensasi, evaporasi, insenerasi, absorpsi dan subsitusi..
•    Penghindaran reseptor dari daerah yang tercemar.
•    Kontrol lingkungan (Controlled environment). Ada beberapa macam teknik yang telah digunakan untuk mengontrol emisi hidrokarbon dari sumbernya, yaitu insinerasi, adsorbsi, absorbsi dan kondensasi.
2. Alternatif penggunaan Bahan Bakar
Alternatif mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan menggunakan energi sinar matahari dan juga minyak-minyak sayuran (nabati). Kelebihan menggunakan bahan bakar alternatif ini adalah melakukan penghematan, karena per liter lebih murah dibanding bahan bakar pada umumnya, memiliki nilai tambah bagi Indonesia, dan ramah lingkungan, karena tidak akan menghasilkan gas-gas Hidrokarbon.
Antara lain dengan menggunakan:
•    Minyak kelapa sawit .
Ternyata sumber hidrokarbon bisa didapat dalam minyak kelapa sawit atau biji-bijian yang lain.Padanya terdapat struktur trigliserida yang serupa dengan hidrokarbon minyak bumi, yang memungkinkan digunakan untuk mensubstitusi minyak bumi. Peran teknologi katalis sangat vital pada tahap ini karena mengubah struktur trigliserida menjadi produk yang saat ini disuplai oleh minyak bumi memerlukan katalis yang tepat. Turunan gliserida yang dapat menggantikan bahan yang disuplai dari minyak bumi ialah bahan baker (solar dan bensin) dan bahan baku petrokimia.
•    Kedelai.
Sekelompok peneliti dari Universitas Tasmania, Australia, mengklaim telah berhasil menciptakan sebuah mesin yang dapat digerakkan dengan bahan bakar diesel bercampur hidrogen. Menurut para penciptanya, jika 30 persen hidrogen ditambahkan ke dalam mesin pembakaran, hasilnya adalah pengurangan sekitar 70 persen karbon dioksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon.
Pengendalian
1. Pencegahan
1.1 Sumber Bergerak
a) Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.
b) Melakukan pengujian emisi secara berkala dan KIR kendaraan.
c) Memasang filter pada knalpot.
1.2 Sumber Tidak Bergerak
a) Memasang scruber pada cerobong asap.
b) Memodifikasi pada proses pembakaran.
1.3 Manusia
Apabila kadar oksidan dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (235 mg/Nm3 dengan waktu pengukuran 1jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan upaya-upaya:
a) Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.
b) Mengurangi aktifitas di luar rumah.
2. Penanggulangan
a)     Mengganti peralatan yang rusak.
b)    Mengatur pertukaran udara didalam ruang, seperti menggunakan exhaust-fan.
c) Bila jatuh korban keracunan maka lakukan :
• Berikan pengobatan atau pernafasan buatan.
• Kirim segera ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan makalah ini adalah
1.    Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi
2.    Pencemaran udara (air pollution) : masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lainnya ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya
3.    Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi :
1.    Golongan belerang terdiri dari sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfide (H2S) dan sulfat aerosol.
2.    Golongan nitrogen terdiri dari nitrogen oksida (N2O), nitrogen monoksida (NO), amoniak (NH3) dan nitrogen dioksida (NO2).
3.    Golongan karbon terdiri dari karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), hidrokarbon .
4.     Golongan gas yang berbahaya terdiri dari benzen, vinyl klorida, air raksa uap.





DAFTAR PUSTAKA
Admin, 2008, http://klipingut.wordpress.com/2008/11/30/bahayanya-pencemaran-udara/, didownload tanggal 30 november 2013
Admin, 2012, http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/pencemaran-udara-ambien/ (diakses pada tanggal 30 november 2013)
Anonim,2007,http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/viewFile/15904/15896, didownload tanggal 30 november 2013
Anonim, 2010, http://www.kamase.org/?p=416, didownload tanggal 30 november 2013
Depkes, 2010, http://www.depkes.go.id/downloads/Udara.PDF, didownload tanggal 30 november 2013
Dizzy, 2007, http://dizzproperty.blogspot.com/2007/10/pencemaran-udara-oleh-hidrokarbon.html, didownload tanggal 30 november 2013
Pusarpedal, 2012, http://pusarpedal.menlh.go.id/wp-content/uploads/2012/05/Laporan-Pengkajian-Baku-Mutu-Kualitas-Udara-Ambien.pdf (diakses pada tanggal 30 november 2013)
Wikipedia,2010, http://id.wikipedia.org/hidrogen Sulfida.htm di akses tanggal 30 november 2013











Penelusuran Kepustakaan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetakmaupunelektroniklain.
Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.
Untuk melakukan studi kepustakaan, perpustakaan merupakan suatu tempat yang tepat guna memperoleh bahan-bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan, dibaca dan dikaji, dicatat dan dimanfaatkan (Roth 1986). Seorang peneliti hendaknya mengenal atau tidak merasa asing dilingkungan perpustakaan sebab dengan mengenal situasi perpustakaan, peneliti akan dengan mudah menemukan apa yang diperlukan. Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut, misalnya kartu katalog, referensi umum dan khusus, buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-laporan penelitian, tesis, disertasi, jurnal, ensiklopedi, dan surat kabar. Dengan demikian peneliti akan memperoleh informasi dan sumber yang tepat dalam waktu yang singkat.
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka didapatkan perumusan masalah :
1.    Apa yang dimaksud dengan pengorganisasian dalam ilmu pengetahuan di dalam perpustakaan ?
2.    Bagaimana cara penelusuran kepustakaan ?
3.    Bagaimana mencari literatur di internet ?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka didapatkan tujuan :
1.    Untuk mengetahui pengorganisasian dalam ilmu pengetahuan di dalam perpustakaan
2.    Untuk mengetahui cara penelusuran kepustakaan
3.    Untuk mengetahui cara mencari literatur di internet
D.    Manfaat
Berdasarkan tujuan yang telah diuraikan diatas, maka didapatkan manfaat :
1.    Sebagai referensi dalam penelusuran kepustakaan.
2.    Menambah pengetahuan tentang cara menelusuri buku di perpustakaan   bagi siswa maupun mahasiswa secara cepat dan tepat.

BAB II
PENELUSURAN KEPUSTAKAAN

A.    Pengertian pengorganisasian ilmu pengetahuan di dalam perpustakaan
    Sebelum melakukan penelusuran kepustakaan, anda perlu mengetahui terlebih dahulu pengorganisasian ilmu pengetahuan di dalam perpustakaan. Ruang perpustakaan terdiri dari:
•    Ruang refensi: dimana dapat diperoleh petunjuk yang bersifat umum dan sangat luas. Di dalam ruang ini terdapat ensiklopedi, berbagai kamus, alamanak, buku indeks dan sebagainya
•    Ruang baca, dimana berbagai majalah dan surat kabar, yang dapat memberikan bahan/materi/informasi yang sangat “up to date”
•    Ruang buku dimana terdapat kumpulan buku, bila jumlah buku sangat besar, maka untuk ketertiban pelayanan, disediakan tempat atau laci kecil dalam bentuk lemari untuk menyimpan kartu katalog
Dalam lemari yang berisi kartu katalog dapat diperoleh 3 macam kartu yang memuat keterangan sedemikian rupa yang dapat mempermudah anda untuk menemukan sebuah buku yaitu:
a)    Kartu penulis (memuat nama penulis buku untuk karangan tertentu), kartu ini dipergunakan apabila anda ingin membaca misalnya tulisan Prof X, tetapi tidak mwngwtahui nama buku-buku yang pernah ditulisnya
b)    Kartu judul (memuat judul karangan ), kartu ini dipergunakan apabila anda ingin membaca buku tertentu, tetapi tidak mengetahui nama penulisnya.
c)    Kartu pokok (mwmuat pokok karangan ), kartu ini dipergunakan apabila anda ingin mengetahui isi buku, penulis buku dengan judul tertentu. Kartu pokok ini akan sering anda pergunakan dalam penelusuran kepustakaan
Pada umumnya ketiga jenis kartu di atas memuat dengan lengkap nama penulis, nama buku, penertbit, tempat diterbitkan, tahun penerbitan, dan keterangan lain yang diangap perlu.
Nomor kode yang dicantumkan pada setiap kartu diatas perlu diperhatikan, karena nomor kode tersebut sangat membantu anda dan petugas perpustakaan dalam pemimpinan buku
Buku-buku yang terdapat di dalam perpustakaan diklasifikasikan menurut sistem Dewey atau sistem Library of Congress. Perpustakaan di Indonesia umumnya mempergunakan sistem Dewey yang sederhana dan praktis.
Publikasi yang terdapat dalam perpustakaan dibagi menjadi 9 golongan, ditambah 1 golongan yang memuat hasil penerbitan yang bersifat umum
Sistem penggolongan Dewey
Dalam Sistem Dewey Buku dikelompokkan menjadi 9 golongan
Golongan tersebut adalah:
000- 099 – umum
100 - 199 – filsafat
200 -299 – agama
300 –  399 -  pengetahuan sosial
400 –  499 -  bahasa
500 -  599 – pengetahuan alam
600 – 699 – teknologi
700 -  799 – seni
800 – 899 – kesusastraan
900 – 999 – sejarah
Sistem penggolongan Library of Congress
Sistem klasifikasi ini semula digunakan oleh perpustakaan kongres Amerika Serikat. Sistem klasifikasi ini digunakan karena adanya kepentingan perpustakaan “Kongres Amerika” yang memiliki koleksi yang begitu besar jika menggunakan sistem klasifikasi yang lain akan dirasa kurang sesuai. Pada tahun 1899 perpustakaan kongres tersebut yang dikepalai oleh Dr. Herbert Puitman yang telah mengadakan perubahan besar-besaran karena pengaruh sistem klasifikasi Melvile Louise Kossuth Dewey.
Sistem klasifikasi ini menggunakan kode huruf untuk menunjukkan subjek tertentu. Sistem ini membagi semua pengetahuan ke dua puluh satu kelas dasar , masing-masing diidentifikasi oleh satu huruf dari alfabet. Sebagian besar kelas abjad dibagi lagi menjadi subkelas yang lebih spesifik, diidentifikasi oleh dua huruf, atau kadang-kadang tiga huruf. Misalnya, kelas N, Seni, memiliki subkelas NA, Arsitektur, NB, Patung, ND, Lukisan, serta beberapa subkelas lainnya. Setiap subkelas mencakup pengaturan yang dapat disesuaikan dengan hirarkis topik yang berkaitan dengan subkelas, dari yang umum ke yang lebih spesifik. Topik individu sering dipecah berdasarkan tempat-tempat tertentu, periode waktu, atau bentuk bibliografi (seperti majalah, biografi, dll). Setiap topik (sering disebut sebagai keterangan) diberikan sebuah nomor tunggal atau rentang angka. Bilangan bulat yang digunakan dalam LCC dapat berkisar dari satu sampai empat digit, dan dapat diperpanjang dengan menggunakan angka desimal. Beberapa subtopik muncul dalam abjad, bukan hirarkis, daftar dan diwakili oleh angka desimal yang menggabungkan huruf alfabet dengan angka, misalnya. B72 atau. K535. Hubungan antara topik di LCC ditunjukkan bukan oleh nomor yang digunakan untuknya, tetapi dengan Indentasi subtopik di bawah topik yang lebih besar bahwa mereka adalah bagian dari, seperti garis. Dalam hal ini, berbeda dari sistem klasifikasi hirarkis yang lebih ketat, seperti Klasifikasi Desimal Dewey , di mana hubungan hirarkis antara topik ditunjukkan oleh angka-angka yang dapat terus dibagi.
A     Bidang Umum
AC    Koleksi
AE    Ensiklopedia
AG    Kamus
AI    Indeks
AM    Museum
AN    Koran
AP    Majalah
AS    Akademi dan masyarakat belajar
AY    Buku tahunan. Almanak. Direktori
AZ    Sejarah beasiswa. Humaniora
B     Filsafat. Psikologi. Agama
B    Filsafat (Umum)
BC    Logika
BD    Filsafat spekulatif
BF    Psikologi
BH    Estetika
BJ    Etika
BL    Agama. Mitologi. Rationism
BM    Agama Yahudi
BP    Islam. Bahaism. Teosofi, dll
BQ    Agama Budha
BR    Kekristenan
BS    Alkitab
BT    Teologi doktrinal
BV    Teologi Praktis
BX    Denominasi Kristen
C     Ilmu sejarah (Umum)
CB    Sejarah peradaban
CC    Arkeologi
CD    Kepandaian diplomatik. Arsip. Segel
CE    Kronologi teknis. Kalender
CJ    Pengetahuan tentang pengumpulan mata uang
CN    Prasasti. Epigrafi
CR    Heraldik
CS    Silsilah
CT    Biografi (Umum)
D     Sejarah (Umum). Eropa (Umum)
DA    Britania Raya
DAW    Eropa Tengah
DB    Austria. Hongaria. Cekoslowakia
DC    Perancis
DD    Jerman
DE    Yunani-Romawi Dunia
DF    Yunani
DG    Italia
DH    Low Countries. Negara-negara Benelux
DJ    Belanda (Holland)
DJK    Eropa Timur (Umum)
DK    Rusia. Uni Soviet. Mantan Republik Soviet. Polandia
DL    Eropa Utara. Skandinavia
DP    Spanyol. Portugal
DQ    Swiss
DR    Semenanjung Balkan. Turki
DS    Asia
DT    Afrika
DU    Oseania (Laut Selatan)
DX    Gipsi
E -F     Sejarah: Amerika
E    Amerika Serikat (Umum)
F    Amerika Serikat sejarah lokal. Kanada. Amerika Latin
G     Geografi. Antropologi. Rekreasi
G    Geografi (Umum). Atlas. Peta
GA    Geografi matematika. Pemetaan
GB    Geografi fisik
GC    Ilmu samudra
GE    Ilmu lingkungan
GF    Ekologi manusia. Antropogeografi
GN    Antropologi
GR    Cerita rakyat
GT    Sikap dan Kebiasaan (Umum)
GV    Rekreasi Hiburan
H     Ilmu Sosial
H    Ilmu Sosial (Umum)
HA    Statistika
HB    Teori ekonomi. Demografi
HC    Sejarah ekonomi dan kondisi
HD    Industri. Pemanfaatan lahan. Tenaga kerja
HE    Transportasi dan komunikasi
HF    Perdagangan
HG    Keuangan
HJ    Keuangan publik
HM    Sosiologi (Umum)
HN    Sejarah dan kondisi sosial. Masalah sosial. Reformasi sosial
HQ    Keluarga. Pernikahan. Perempuan
HS    Masyarakat: rahasia, hati, dll
HT    Komunitas. Kelas. Balapan
HV    Patologi sosial. Kesejahteraan sosial dan masyarakat
HX    Sosialisme. Komunisme. Anarkisme
J     Ilmu Politik
J    Makalah legislatif dan eksekutif
JA    Ilmu politik (Umum)
JC    Teori politik
JF    Lembaga politik dan administrasi publik – Umum
JK    Lembaga politik dan administrasi publik – Amerika Serikat
JL    Lembaga politik dan administrasi publik – Kanada. Amerika Latin
JN    Lembaga politik dan administrasi publik – Eropa
JQ    Lembaga politik dan administrasi publik – Asia. Afrika. Australia. Pacific Area
JS    Pemerintah daerah. Pemerintah Kota
JV    Koloni dan penjajahan. Emigrasi dan imigrasi. Migrasi internasional
JZ    Hubungan internasional
K     Hukum
K    Umum. Perbandingan dan hukum yang seragam. Yurisprudensi
KBR-KBU    Hukum agama dan Hukum Gereja Katolik Roma;. Tahta Suci
KD    Inggris dan Irlandia
KDZ    Amerika. Amerika Utara
KE    Kanada
KF    Amerika Serikat
KG    Amerika Latin. Amerika Tengah. Hindia Barat
KH    Amerika Selatan
KJ-KK    Eropa
KL-KW    Asia. Afrika. Wilayah Pasifik. Antartika
KZ    Hukum negara
L     Pendidikan
L    Pendidikan (Umum)
LA    Sejarah pendidikan
BK    Teori dan praktek pendidikan
LC    Aspek khusus pendidikan
LD    Lembaga individu – Amerika Serikat
LE    Lembaga individu – Amerika (kecuali Amerika Serikat)
LF    Masing-masing institusi – Eropa
LG    Lembaga individu – Asia. Afrika. Oceania
LH    Perguruan tinggi dan sekolah majalah dan koran
LJ    Persaudaraan mahasiswa dan masyarakat, Amerika Serikat
LT    Buku teks
M     Musik
M    Karya musik
ML    Literatur tentang musik
MT    Instruksi musik dan studi
N     Seni Rupa
N    seni visual (Umum)
NA    Arsitektur
NB    Patung
NC    Menggambar. Desain. Ilustrasi
ND    Lukisan
NE    Media cetak
NK    Seni dekoratif. Seni Terapan
NX    Seni pada umumnya
P     Bahasa dan Sastra
P    Filologi. Ilmu bahasa
PA    Bahasa Yunani dan Latin dan literatur
PB    Bahasa modern (Umum). Bahasa Celtic
PC    Bahasa Romantis
PD    Bahasa Jerman (Umum). Bahasa Skandinavia
PE    Bahasa Inggris
PF    Bahasa Jerman Barat
PG    Slavia, Baltik, bahasa Albania dan sastra
PH    Uralic, bahasa Basque dan literatur
PJ    Oriental filologi dan sastra (Umum). Bahasa Semit dan sastra
PK    Bahasa Indo-Iran dan literatur
PL    Bahasa dan sastra Asia Timur, Afrika, Oceania
PM    Hyperborean, India, dan bahasa Buatan
PN    Sastra (Umum)
PQ    Literatur Perancis, Italia, Spanyol dan Portugis
PR    Sastra Inggris
PS    Sastra Amerika
PT    Literatur Jerman
PZ    Fiksi dan sastra belles Juvenile
Q     Ilmu
Q    Sains (Umum)
QA    Matematika
QB    Astronomi
QC    Fisika
QD    Kimia
QE    Geologi
QH    sejarah ilmu alam. Biologi
QK    Botani
QL    Ilmu hewan
QM    Anatomi manusia
QP    Fisiologi
QR    Mikrobiologi
R     Obat
R    Kedokteran (Umum)
RA    Aspek publik obat
RB    Patologi
RC    Obat internal
RD    Operasi
RE    Ophthalmology
RF    Otorhinolaryngology
RG    Ginekologi dan kebidanan
RJ    Pediatri
RK    Kedokteran gigi
RL    Dermatologi
RM    Therapeutics. Ilmu farmasi
RS    Farmasi dan materia medica
RT    Perawatan
RV    Botani, Thomsonian, dan obat-obatan eklektik
RX    Homoeopati
RZ    Sistem lain obat
S     Pertanian
S    Pertanian (Umum)
SB    Budaya Tanaman
SD    Kehutanan
SF    Budaya Hewan
SH    Budidaya. Perikanan. Angling
SK    Berburu olahraga
T     Teknologi
T    Teknologi (Umum)
TA    Rekayasa (umum). Teknik sipil
TC    Rekayasa hidrolik. Samudera rekayasa
TD    Teknologi lingkungan. Sanitary engineering
TE    Rekayasa jalan raya. Jalan dan trotoar
TF    Rekayasa dan operasi kereta api
TG    Rekayasa jembatan
TH    Konstruksi bangunan
TJ    Teknik mesin dan mesin
TK    Teknik listrik. Elektronik. Teknik nuklir
TL    Kendaraan bermotor. Aeronautika. Astronautika
TN    Teknik pertambangan. Metalurgi
TP    Teknologi kimia
TR    Fotografi
TS    Manufaktur
TT    Kerajinan. Seni dan kerajinan tangan
TX    Rumah ekonomi. Industri perhotelan
U     Ilmu Militer
U    Ilmu militer (Umum)
UA    Tentara: Organisasi, distribusi, situasi militer
UB    Pemerintahan militer
UC    Pemeliharaan dan transportasi
UD    Infanteri
UE    Kavaleri. Baja
UF    Artileri
UG    Teknik militer. Angkatan Udara
UH    Layanan lain
V     Ilmu Kelautan (untuk Naval History, lihat D – F )

V    Ilmu kelautan (Umum)
VA    Angkatan laut: Organisasi, distribusi, situasi angkatan laut
VB    Administrasi kelautan
VC    Pemeliharaan angkatan laut
VD    Pelaut angkatan laut
VE    Marinir
VF    Persenjataan angkatan laut
VG    Layanan Minor angkatan laut
VK    Navigasi. Laut perdagangan
VM    Arsitektur angkatan laut. Kapal. Marine engineering
Z     Bibliografi dan Ilmu Perpustakaan
Z    Buku. Menulis. Paleografi. Buku Industries. Perdagangan. Perpustakaan. Bibliografi
ZA    Sumber daya Informasi (Umum)






B.    Langkah-langkah penelusuran kepustakaan
Perhatikanlah contoh kartu penulis berikut






Bagaimanalah langkah-langkah dalam penelusuran kepustakaan?
Pertama-tama anda perlu meneliti kartu pokok yang sama atau ada hubungannya dengan rencana pokok karangan ilmiah yang akan anda susun. Catatlah semua nomor katalog yang anda anggap sesuai dan berguna. Bila anda menemukan nama penulis terkenal yang bukunya akan ada baca, carilah nama tersebut di dalam kartu penulis. Catatlah semua keterangan mengenai buku karangannya. Daftar buku yang anda peroleh tersebut merupakan bibliografi kerja, karena dapat dijadikan landasan untuk penelusuran selanjutnya.
Selanjutnya anda dapat meninjau buku sesuai dengan bibliografi kerja yang telah ditentukan, serta meneliti buku tersebut secara singkat untuk menentukan apakah buku itu perlu dipergunakan selanjutnya. Dengan demikian, akhirnya anda memperoleh daftar buku yang disebut bibliografi fungsional yang memuat informasi, keterangan yang secara langsung berguna bagi anda
Bahan materi yang anda pergunakan atau anda kutip akan bersumber dari buku tertentu, sehingga pada akhir penulisan akan anda peroleh bibliografi akhir yang dapat dicantumkan di akhir karangan.
Dari uraian diatas telah anda ketahui bahwa anda perlu mengutip dan membuat catatan mengenai bahan materi dari berbagai referensi. Membuat catatan mengenai bahan materi dari berbagai referensi. Membuat catatan tersebut haruslah secara selektif, artinya hanya materi/bahan yang tepat dan sesuai bagi keperluan anda. Untuk menentukan mutu serta urgensi kutipan atau catatan yang anda buat, perlu diperhatikan apakah materi/bahan tersebut perlu untuk menunjang pokok pikiran yang terdapat dalam outline
Membuat kutipan/catatan dapat anda lakukan pada sebuah buku tulis atau pada sehelai kartu yang agak tebal, berukuran 10 x 15 cm. Sistem buku ini cukup efisien apabila bahan/materi yang diperlukan untuk karangan tidak banyak. Sistem kartu yang mempergunakan kartu (10 x 15 cm) biasa dipergunakan oleh peneliti dan penulis profesional, yang juga besar faedah bila anda ikuti.
Perhatikan pola kartu catatan berikut







1 = nama buku dan nama penulis buku yang dibaca
2 =  sifat catatan yaitu ikhtisar, kutipan, ulasan
3 = pokok persoalan yang dinyatakan dengan sebuah perkataan
4 = halaman yang dikutip
5 = catatan
Kartu catatan yang anda peroleh dapat disusun menurut nama penulis secara alphabet, atau dapat pula anda susun menurut pokok catatannyasehingga dapat memberi kemudahan bagi anda.
Pada kartu catatan anda lihat istilah jenis/sifat catatan. Dikenal 3 jenis catatan yaitu:
1)    Ikhtisar adalah kerangka dasar dari sesuatu bacaan yang memuat garis besar pokok, dan hal-hal yang mendasar dalam bacaan tersebut
2)    Kutipan adalah bahan/materi yang diambil secara utuh dari suatu referensi
3)    Ulasan merupakan pernyataan buah pikiran yang timbul bila seseorang membaca bahan materi tertentu
Di samping mempergunakan penelusuran/penyelidikan kepustakaan (library search) yang telah dibicarakan, informasi, keterangan serta data dapat diperoleh melalui penelitian lapangan (field research ) yaitu data ditengah masyarakat, atau dalam laboratorium




C.    Cara mencari literatur di Internet
Dari http://kursniper.wordpress.com/2013/02/19/5-jurus-mencari-literatur-skripsi/
Jurus 1. Pakai kata kunci sebagai kompas.
Mencari literatur/referensi  ibarat kita menjelajah hutan belantara tak dikenal. Nah, pertama-tama supaya tidak kesasar, kita harus punya kompas. Kompas ini yang akan menuntun kita supaya tidak kesasar di hutan belantara. Kompas itu adalah kata kunci dalam Rumusan masalah, Tujuan penelitian atau hipotesis penelitian kita. Misalnya kalau anda meneliti tentang Kecemasan dalam olahraga, gunakan kata “kecemasan” dan “olahraga” sebagai penuntun anda dalam mencari literatur. Persempit pencarian hanya dengan mencari kata-kata kunci yang dibutuhkan (atau sekiranya berhubungan dalam penelitian. Misalnya, dari contoh Kecemasan tadi, kita juga
bisa mencari literatur dengan kata kunci “respon fisiologis kecemasan”, “teori kecemasan dalam olahraga”, “penyebab kecemasan dalam olahraga”,”dampak kecemasan dalam olaharaga”…. Dan sebagainya. Jadi jangan sampai tersesat di dunia maya atau di buku literatur Inggris… cukup cari yang anda butuhkan saja .
Apabila anda mencari di internet, agar lebih efisien saat bertanya (browsing) lewat mbah Google, gunakan menu “Advanced search” yang ada di pojok kiri bawah. Isi tahun, bahasa, format file, negara, sesuai kebutuhan anda. Biasanya litreatur jurnal dan e-book berbentuk pdf, jadi anda tinggal memilih opsi pdf di format.
Catatan: Kalau mencari di Internet, jangan menggunakan Wikipedia atau blog yang nggak jelas sumbernya. Lupakan, tulisan kamu pasti akan ditolak dosen pembimbing. Berikut ada beberapa link open journal bidang ilmu olahraga yang bisa diakses secara bebas, gratis, dan fulltext.

Jurus 2. Gunakan “peta” di dalam buku (Daftar Isi, Index dan Glossary).
Ini jurus “potong kompas” lain untuk mengefisienkan waktu dan tenaga anda dalam mencari kata kunci. Setiap buku pasti punya daftar isi. Nah, daripada membaca dari bab I, langsung saja anda lihat di daftar isi bab berapa yang membahas kata kunci itu tadi. Misalnya kalau saya meneliti kecemasan dalam olahraga, saya akan membuka halaman daftar isi, kemudian melihat bab yang berhubungan dengan kecemasan halaman berapa, lalu segera buka halaman itu.
Cara lain yang bahkan lebih efektif adalah menggunakan
Index (atau Indeks, dalam bahasa Indonesia). Apa itu Index? Index adalah kumpulan istilah yang tercantum dalam buku tersebut berikut nomor halaman yang mencantumkan istilah tersebut. Index biasanya terdapat di halaman belakang buku, tercantum secara alfabetis dari A-Z.  Misalnya, kalau kita mencari istilah Anxiety (kecemasan), kita tinggal lihat di Index halaman berapa saja yang mencantumkan istilah itu, lalu tinggal meluncur saja ke halaman yg ditunjukkan index.  Umumnya buku berbahasa Indonesia jarang mencantumkan Index, tetapi kalau buku bahasa Inggris pasti ada Index-nya.
Kebanyakan mahasiswa memang ketakutan dengan literature buku tebal (apalagi yang berbahasa Inggris)… tapi takutnya kan karena tidak terbiasa dan karena tebalnya itu. Daftar isi dan Index adalah sebuah peta untuk mencari kata kunci yang kita cari…. Dan kalau kita sudah tahu petanya, jangan takut pusing atau kesasar, toh buku tebal bahkan yang berbahasa Inggris tidak akan menggigit …

Jurus 3. Jadilah detektif; telusuri satu petunjuk ke petunjuk lainnya
Untuk memecahkan kasus, seorang detektif akan menelusuri satu petunjuk ke petunjuk lainnya. Sama juga dengan mencari literatur. Kalau kita tidak tahu bagaimana mencari literaturnya, kemana harus pergi dan ngapain, maka jadilah seorang detektif.
Carilah skripsi atau jurnal penelitian yang berkaitan dengan penelitian anda, kemudian selalu perhatikan kutipan. Misalnya, kalau penelitian kita tentang Kecemasan dan sedang mencari literaturnya, kita cari kutipan yang berhubungan dengan kecemasan. Misalnya kita temukan di Kajian Pustaka :
… .. kecemasan berkaitan dengan kepribadian, motivasi dan keteguhan mental seorang atlit (Sugeng, 2001). Kecemasan juga berkaitan dengan kedisiplinan dan komitmen (Tati, 2003).
Nah, catat “Sugeng, 2001” dan “Tati, 2003” itu dalam buku catatan anda. Lalu langsung buka halaman Referensi atau Daftar Pustaka, cari nama Sugeng, 2001 dan Tati, 2003 disana:
Sugeng, Rahmat. 2001. Psikologi Olahraga dan Pendidikan Jasmani. Bandung; CV Nijar Ilakes
Tati, Wardoyo. 2003. Hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Regulasi Diri pada Atlit Remaja klub Voli Spartan Malang. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi: tidak diterbitkan.
Nah, selanjutnya kita tinggal mencari dua literatur tersebut di perpustakaan, toko buku, atau internet. Satu tips kalau mencari l
Jurus 4. Jelajahi Wilayah Baru, lintas didiplin ilmu
Terkadangkala, kesulitan mencari literature ditemukan karena topic penelitian kita jarang dilakukan, sehingga kita perlu untuk mencari di ilmu lain (lintas bidang ilmu). Misalnya, ada kasus seorang mahasiswa olahraga meneliti pengaruh latihan aerobic pada glikolisis darah dengan menggunakan mencit (tikus) sebagai eksperimen. Ia kesulitan dengan literaturnya; kemudian ia mencari literature di Fakultas lain, yaitu Fakultas MIPA, Farmasi atau Kedokteran dimana eksperimen dengan tikus banyak dilakukan. Ternyata, di perpustakaan fakultas MIPA ia menemukan banyak skripsi yang mirip yang Kajian Pustakanya bisa digunakan sebagai literatur.
Contoh lain, seorang mahassiwa psikologi yang skripsinya meneliti aspek-aspek psikologis yang berperan dalam memilih program acara TV. Untuk literatur tentang media televisi, ia mencari litretaur di jurusan Ilmu Komunikasi dan Diskomvis (Disain Komunikasi Visual); dan karena analisis statistikanya sangat sulit, ia juga mencari literature di jurusan Statistik, bahkan berkonsultasi dengan dosen statistik. Belum cukup, ia mengirim email ke seorang professor di Perguruan Tinggi lain yang ahli media TV untuk berkonsultasi mengenai penelitiannya.
Wow ! Inilah contoh sikap pantang menyerah.  Bahkan dengan mencari literature skripsi saja, kemampuan anda mencari jaringan juga diuji disini.
Jurus 5. Kalau terpojok, pakai sumber kedua
Menggunakan sumber kedua adalah menggunakan buku referensi atau tulisan orang lain yang mengutip literature lain sebelumnya. Contohnya, bila kita meneliti iskripsi tentang kecemasan, kita boleh saja mengutip bab II Tinjauan Pustaka tentang kecemasan dari skripsi orang lain yang topic penelitiannya sama; karena dalam penelitian pasti membutuhkan banyak referensi, peneliti pasti harus membaca banyak buku dan menringkasnya/mengutipnya ke dalam tinjauan pustaka (bab II). Nah, boleh-boleh saja kalau kita mau memebaca dan mengutipnya dalam bab II/Tinjauan pustaka kita, dengan catatan, penulisnya WAJIB dicantumkan. Misalnya kalau dalam Skripsi Tati Wardoyo (tahun 2003) yang meneliti hubungan kecemasan dengan pengelolaan diri, kita boleh mengutipnya dengan ;
…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000). Ada dua jenis kecemasan, yaitu State anxiety dan Trait Anxienty (Spielberger, 2001).
Kita boeh saja memepelajari makna kecemasan dari bab II penelitian itu, kemudian mencantumkannya ke dalam bab II penelitian kita dengan cara:
…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000 dalam Wardoyo, 2003). Ada dua jenis kecemasan, yaitu State anxiety dan Trait Anxienty (Spielberger, 2001 dalam Wardoyo, 2003).
Tetapi, tentu saja tidak boleh hanya semata-mata satu sumber penelitian saja. Yang lebih baik adalah mencantumkan beberapa sumber.
…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000 dalam Wardoyo, 2003). Dalam olahraga, kecemasan adalah suatu kondisi yang dianggap mengancam dan dapat memepengaruhi penampilan olahraga, namun merupakan satu factor yang harus ada agar atlet memeiliki suatu dorongan untuk berprestasi maksimal demi mempertahankan harga dirinya (Bambang, 1998 dalam Muklis, 2000).
Cara ini menuntut kecermatan kita dalam memilah informasi, tetapi kekurangannya adalah cara ini tidak memberikan kita gambaran jelas mengenai teori yang ingin diulas. Namanya juga sumber kedua, kredibilitasnya masih harus dipertanyakan. Selain itu, resiko hanya menggunakan literature sumber kedua adalah membuat kita terlihat seperti “tidak membaca buku referensi yang sesungguhnya”, alias cuma nunut tulisannya orang lain saja. Padahal, untuk memahami penelitian, kita sebaiknya sangat memahami teori yang berkaitan melalui referensi-referensi.  Untuk penelitian S2 dan S3, serta karya yang dipublikasikan ke jurnal, lebih baik menghindari cara ini, karena untuk level penelitian yang lebih tinggi, anda diharuskan benar-benar menguasai konsep melalui sumber pertama.
Dari http://fortius-viko.blogspot.com/2011/02/cara-mencari-literatur-ilmiah-di.html
1.      Mencari literatur via google.
Anda cukup memasukkan kata kunci artikel atau paten yang ingin dicari, kemudian tambahkan .pdf di akhir kalimatnya. Google akan segera menampilkan hasil-hasil yang relevan dalam bentuk pdf format. Biasanya yang ditampilkan ini adalah free artikel, artikel berbayar yang diupload kembali oleh seseorang, artikel dari situs authornya dll. Anda tinggal mengklik link pdf tersebut untuk mendownload.
2.      Menggunakan google scholar
Google scholar merupakan sebuah fitur layanan google untuk masyarakat ilmiah. Dengan memasukkan kata kunci yang berhubungan dengan penelitian kita, google scholar akan mengumpulkan semua dokumen berbentuk artikel dari seluruh dunia, baik perpustakaan online, free from publisher maupun institusi penelitian. Beberapa hasil penelitian dapat didownload secara gratis. Untuk IP Address Indonesia, google scholar beralamat di google.scholar.co.id.
3.      Meminta artikel dari teman di luar negeri
Universitas di Negara maju biasanya sudah memiliki langganan jurnal online secara permanen. Mahasiswanya dapat mengakses jurnal tersebut dengan gratis menggunakan IP Address kampus. Semakin terkenal kampusnya, maka semakin banyak dan variatif langganan jurnal yang disediakannya. Contohnya Pensylvannia Universitymenyediakan akses ke jurnal-jurnal keluaran American Chemical Society (ACS), Elsevier, Springerlink, dan Kluwer publisher.
Anda tinggal mencari rekan yang berkuliah di kampus bersangkutan, baik orang Indonesia ataupun bukan. Akrabkan dulu diri anda dengan mereka selama 3-4 kali email, kemudian silahkan ajukan permohonan bantuan mendownload jurnal. Cara lainnya adalah bergabung dengan milis yang khusus menyediakan bantuan untuk mengunduh artikel ilmiah. Foundernya adalah mahasiswa kita yang kuliah di luar negeri. Anda tinggal bergabung ke milis, kirimkan request, kemudian member lain yang memiliki akses ke jurnal yang anda minta akan mengirimkan artikel tersebut ke email anda via japri.


4.      Meminta langsung ke author artikel tersebut.
Situs publisher jurnal berbayar biasanya tetap menampilkan abstrak penelitian serta nama-nama authornya. Di Elsevier, corresponding author artikel tersebut langsung dilengkapinya dengan alamat email yang bisa dihubungi sedangkan pada ACS tidak. Anda dapat langsung menghubungi author yang bersangkutan untuk meminta capy jurnal yang dibutuhkan. Jika alamat emailnya belum tersedia, tidak usah sedih. Copykan saja nama corresponding authornya ke kolom search di situs resmi universitas tempat dia berada, kemudian lakukan pencarian. Google akan menampilkan link-link yang berhubungan dengan si author. Periksa satu persatu link tersebut, akan akan menemukan alamat email orang yang dicari.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah di uraikan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.    Ilmu pengetahuan di dalam ruang perpustakaan meliputi ruang referensi, ruang baca, dan ruang buku.
2.    Cara penelusuran kepustakaan adalah dengan menggunakan kartu katalog yang berupa kartu penulis, kartu judul dan kartu pokok karang.
3.    Cara mencari literatur di internet adalah memasukkan kata kunci artikel atau paten yang ingin dicari, kemudian tambahkan .pdf di akhir melalui google.

B.    Saran
Sebaiknya diperbanyak literature tentang perencanaan dan penelusuran kepustakaan agar lebih memperbanyak referensi sehingga lebih memudahkan dalam mencari referensi.








DAFTAR PUSTAKA
April,2010, http://april04thiem.wordpress.com/2010/11/12/studi-kepustakaan/ diakses tanggal 29 november 2013
Dony prisma, 2012, http://donyprisma.wordpress.com/2012/12/03/klasifikasi-library-of-congress-classification-lcc/ diakses tanggal 29 november 2013
Fortius,2011http://fortius-viko.blogspot.com/2011/02/cara-mencari-literatur-ilmiah-di.html diakses tanggal 29 november 2013
Syarifuddin, Nuraini,. 1986. Buku Materi Pokok Kepustakaan Kimia. Karunika Jakarta : Jakarta